Type something and hit enter

By On
Sedikit Renungan Filosofis


“Taukah engkau, apakah rindu itu?

Diskripsikanlah sesuai dengan apa yang kamu rasakan...!”

            Sugguh, aku tidak dapat mendiskripsikan akan hal itu

            Tapi akan aku coba...

            Sesuai dengan yang aku rasakan...


(rindu yang aku rasaakan saat ini belum juga menemukan alamatnya untuk pulang kepada pemiliknya setelah sekian lama ia tersesat dalam sebuah perjalanan jauh. Ya, perjalanan yang sangat jauh sekali...)


“aku memang merindu, tapi bukan berarti aku yang memiliki kerinduan itu. Sebab, aku punya keyakinan bahwa rindu itu adalah milik seseorang yang sedang aku rindu. Karena rindu yang aku rasakan hanya akan merasa tenang kembali jika ia kembali kepada pemiliknya, ibarat seorang musafir yang tersesat hanya akan merasa bahagia jika ia kembali ke kampung halamnnya, bersama keluarga, tetangga dan sanak familinya”


(begitulah rindu...)


Maka aku merasa kasihan kepada rindu yang ada pada diriku. Sebab, ia masih dalam kebingungan untuk pulang kepada pemiliknya. Dan aku, sebagai manusia yang punya hati nurani, merasa terpanggil untuk menolongnya. Sehingga satu-satunya cara adalah aku harus mencari pemiliknya dan mengatakan padanya bahwa “rindu yang kau punya telah lama pergi darimu  dan ia sekarang lagi tersesat serta tidak bisa pulang dari hatiku,  sebelum engkau sebagai pemiliknya menjemput dia untuk pulang dan kembali lagi kepadamu.”


Maka  aku mohon dengan sangat,  jemputlah rindumu dalam hatiku sekarang  juga...


Diambil dari catatan harian


Depan Kantor Dar el-Lughah


16 Muharram 1434
Post a Comment
Click to comment