Type something and hit enter

By On

Penerjemah: Musyfiqur Rahman
Judul Asli: Dumû' al-Kalimât
Dari Buku: Qâlat
Karya: Faruq Juwaidah

Setelah bertahun-tahun terpisah, pada hari itu ia datang dan menghampiriku, memaksa kebisuanku, memecahkan setiap gundukan hari yang selama ini masih utuh antara diriku dan dirinya.

Ia tidak bertanya apapun tentang diriku, pun aku. Barangkali inilah keangkuhan seorang lelaki. Barangkali karena aku tidak ingin mengusik pilihan hidup yang telah ia tentukan bersama lelaki lain yang ternyata bukanlah diriku. Barangkali karena aku ingin mengakhiri kisah ini seperti yang aku mau, bukan seperti kehendak para produser film-film Arab. Ingin aku kekalkan dirinya dalam jiwaku, ingin kujadikan ia sesuatu yang berharga dalam diriku, aku ingin rona wajahnya senantiasa menyimpan paras keindahan, kehangatan dan ketulusan.

Kita biasanya akan berusahan merobohkan setiap jembatan yang menghubungkan kita dengan orang-orang yang kita cinta, sebelum mereka kita tinggalkan. Akan tetapi aku tak tahu mengapa diri ini penuh dengan ambisi untuk senantiasa mengabadikan segala sesuatu bersama dirinya dalam diriku.

Ia datang dan menghampiriku. Banyak hal telah berubah. Aku tidaklah sedang berusaha menyelami paras indah wajahnya. Melainkan hanya terhenti pada suatu titik paling nyaman untuk mencintainya. Aku pandangi kedua matanya. Di sana terdapat kesedihan yang sempat terhenti. Tidak sampai jatuh. Dan tak pula menuntut kembali. Tampak rasa bingung tersirat saat aku pandangi kedua matanya.

4 comments

avatar
This comment has been removed by the author.
avatar

Makasih kak Herli...
Tentu besi aslinya lebih dahsyat

Post a Comment
Click to comment