Type something and hit enter

By On

Tak ada yang tahu alasan mengapa manusia itu merindu, atau setidaknya pernah mengalami atau merasakan kerinduan. Sebab, selain fitrah Tuhan, barangkali tak ada alasan lain sebagai jawaban.
Rindu itu memiliki kekuatan. Tak ada yang mampu bertahan jika ia sudah datang dengan penuh kelembutan atau dengan segala keangkuhan.

Saat rindu datang dengan kelembutan, barangkali kau tak benar-benar sadar hingga tiba-tiba kau tersenyum di tengah kesendirianmu. Tentu saja kerinduan semacam ini tidak menghadirkan kengerian kepadamu, atau tidak membawamu ke dalam kengerian itu sendiri. Biasanya kau justru akan menikmati dengan sepenuh hati tanpa rasa tersakiti sama sekali. Nah, rindu ini telah menjelma kenikmatan hakiki bak aroma surgawi.

Berbeda jika yang datang kepadamu adalah rindu dengan penuh keangkuhan. Kau barangkali akan tersentak karenanya. Tak pernah kau bayangkan sebelumya bahwa kehadirannya justru akan mengubah segala lini kehidupanmu. Dalam hal ini mungkin kau tak lagi dalam keriangan dan kebahagian. Sebab dalam kondisi seperti ini, terasa sulit untuk membedakan anatara suka dan duka (di)tenggelam(kan) dalam samudra kerinduan.

Tapi bagaimanapun, kehadiran rindu dalam lubuk hati manusia hakikatnya berfungsi untuk menata hati agar ia mampu bertahan menampung segala macam persoalan dalam hidup. Tentu kekebalan seseorang tak hanya melalui adaptasi dengan rindu. Hanya saja, rindu memiliki peran dan sisi menarik tersendiri justru karena ia adalah perasaan dengan substansi yang tak terjelaskan.
Semoga hari Anda dilimpahkan kebahagian...
Post a Comment
Click to comment