Type something and hit enter

By On


Dikisahkan bahwa Isa bin Musa, adalah sosok lelaki yang sangat mencintai istrinya. Namun tiba-tiba, suatu ketika ia melontarkan kata-kata yang mengejutkan kepada istrinya,

"Dek, jika dikau tak seindah rembulan, maka kau jatuh talak."

Istrinya terkejut lalu bangkit, kemudian berkata,

"Aku telah kau talak."

Keesokan harinya, Isa bin Musa menghadap kepada Khalifah Al-Manshur dan menyampaikan apa yang telah ia perbuat pada istri tercintanya. Isa berkata,

"Jika yang saya ucapkan benar-benar membuatnya jatuh talak, maka saya sungguh malang. Lebih baik saya mati saja."

Khalifah sangat terkejut mendengar ucapan Isa. Sehingga ia menghadirkan para ulama fiqh untuk memecahkan masalah Isa. Satu persatu dimintai pendapat, dan semuanya sepakat bahwa ucapan Isa tersebut telah membuat istrinya jatuh talak.

Hanya satu orang dari kalangan Abu Hanifah yang hanya diam tanpa menyatakan sesuatu pendapat. Khalifah Al-Manshur bertanya,

"Kenapa engkau tak angkat bicara?"

Ia menjawab,

"ِبسمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ. وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿١﴾ وَطُورِ سِينِينَ ﴿٢﴾ وَهَـٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ﴿٣﴾ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ﴿٤﴾

1 Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun | 2 Demi bukit Sinai | 3 Dan demi kota (Mekah) ini yang aman | 4 Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia sebaik-baiknya bentuk.

Tak ada sesuatu seindah manusia, yang mulia"

Kemudian Khalifah Al-Manshur berkata kepada Isa bin Musa,

"Allah telah membebaskanmu. Apa yang sedang kau hadapi ini persis sebagaimana dalam ayat tadi. Temuilah istrimu!"

ALF QISHSHAH WA QISHSHAH
(1001 Kisah)
Karya: Hani Al-Hajj
Post a Comment
Click to comment