-->

Type something and hit enter

By On
 


Aku menangis
hingga air mata mengering
aku memanjatkan doa
hingga lilin-lilin meleleh
aku bersujud
hingga ia membuatku bosan
 
aku bertanya padamu
perihal Muhammad
dan perihal Yesus
 
oh Yerussalem
kota semerbak para nabi
jalan patas
antara langit dan bumi
 
oh Yerussalem
kota menara agama
gadis cilik cantik
yang jemarinya terbakar
 
oh kota sang perawan
matamu tampak duka
 
oh oase teduh
yang pernah dilintasi Sang Rasul
batu-batu jalanan tampak getir
menara-menara masjid tampak pilu
 
oh Yerussalem
wanita cantik berbalut kain hitam
siapakah yang membunyikan lonceng
di Gereja Makam Kudus
pada hari Minggu pagi?
 
siapakah yang akan membagikan mainan
pada anak-anak
di malam perayaan natal?
 
oh Yerussalem
kota kesedihan
bulir-bulir air mata
yang bertengger di pelupuk mata
 
siapakah yang dapat menghentikan agresi
atas dirimu, oh mutiara agama-agama
siapakah yang akan mebasuh darah
dari batu-batu di tembok?
siapa yang akan menyelamatkan Injil?
siapa yang akan menyelamatkan Al-Qur’an?
siapa yang akan menyelamatkan Kristus
dari orang-orang yang membunuh Kristus?
siapa yang akan menyelamatkan manusia?
 
oh Yerussalem, kotaku
oh Yerussalem, kekasihku
esok pohon lemon akan berbuah
tangkai dan cabangnya yang hijau
akan tumbuh dan bahagia
 
semua mata berbinar-binar
kawanan merpati yang pernah pergi
kembali pulang
ke atap-atap suci
 
anak-anak bisa kembali bermain
mereka bisa saling berjumpa
dengan ayah-ayah mereka
di bumimu yang permai
oh negeriku
negeri zaitun
negeri kedamaian

Sumber: Tanah yang Terjajah (Diva Press, 2021), terjemahan Musyfiqur Rahman, hlm. 144.
Post a Comment
Click to comment